Kamis, 14 Mei 2020

ANALISA KELAYAKAN BISNIS/INVESTASI

    Tujuan dan Manfaat Studi Kelayakan Bisnis | Peluang Bisnis Terbaru ... 

      Hai Readers!! Apa kabar ? Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat yaa. Terima kasih kepada kalian yang masih setia mengunjungi blog mimin dan jangan bosan bosan yaa berkunjung kesini karena mimin pastinya bakalan bagiin postingan - postingan yang bermanfaat buat kaliann. Oke guys jadi pada kesempatan kali ini mimin bakalan ngebahas tentang Analisa Kelayakan Bisnis/Investasi. Menjalankan studi kelayakan bisnis atau feasibility study ini menjadi salah satu syarat wajib sebelum berbisnis. Dalam berbisnis tidak boleh asal tanpa perhitungan yang jelas, karena jika tidak bisnis yang kita jalani bisa saja gagal. Dan dalam berbisnis jangan sampai karena kurangnya perhitungan yang matang diawal, bisnis yang kita jalankan ternyata tidak diminati dan tidak dibutuhkan oleh konsumen. 

Apa Itu Analisa Kelayakan Bisnis ?

Feasibility study atau studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang isinya mempelajari secara mendalam tentang kegiatan bisnis atau usaha yang akan dijalankan untuk menentukan apakah layak atau tidak suatu bisnis dijalankan dari berbagai aspek yang mendukung dalam bisnis. Tujuan utama melakukan studi kelayakan bisnis ini adalah untuk mengukur apakah bisnis bisa berjalan sesuai yang diharapkan atau berhenti ditengah jalan.
Memang ada beberapa pebisnis yang tidak menggunakan studi kelayakan bisnis dalam memulai suatu bisnis. Tapi perlu kita lihat lagi background mereka yang pasti adalah para pebisnis yang sudah berpengalaman dan memiliki insting bisnis yang kuat. Nah untuk kalian yang baru memulai atau pernah gagal dalam menjalankan suatu bisnis, nampaknya kalian perlu melakukan studi kelayakan bisnis baik itu untuk bisnis skala kecil atau bisa juga untuk bisnis skala besar.
Apa Manfaat Analisa Kelayakan Bisnis ?
Aspek Pemasaran dalam Studi Kelayakan Bisnis | Konsultan Bisnis ...



Ketika Anda sudah membuat studi kelayakan bisnis secara benar, Anda akan mendapatkan jawaban untuk membuat suatu keputusan yang tepat. Permasalahan terbesar yang banyak ditemui oleh pebisnis yang tidak mau membuat studi kelayakan bisnis ini karena alasan membutuhkan waktu yang lama dan perlu melakukan riset yang mendalam.


Kriteria Investasi
Keputusan investasi merupakan keputusan rasional, karena keputusan berdasarkan pertimbangan rasional. Dalam praktik, digunakan beberapa alat bantu atau kriteria-kriteria tertentu untuk memutuskan diterima atau ditolaknya rencana investasi. Kriteria – kriteria tersebut kriteria investasi (invesment criteria). Minimal ada empat kriteria investasi yang digunakan dalam praktik, yaitu:
  • Payback Period
  • Benefit / Cash Ration
  • Net Present Value
  • Internal Rat of Return

Payback Period

Paybck period (periode pulang pokok) adalah waktu yang dibutuhkan agar investasi yang direncanakan dapat dikembalikan, atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas. Jika waktu yang dibutuhkan makin pendek, proposal investasi dianggap makin baik.  Kendatipun demikian, kita harus berhati hati menafsirkan kriteria payback period ini. sebab ada investasi yang baru menguntungkan dalam jangka panjang (>5 tahun). Misalnya investasi perkebunan kelapa sawit baru mencapai titik impas sekitar 8-10 tahun.
Dilihat dari sudut ini, investasi perkebunan kelapa sawit kurang baik dibanding dengan investasi perkebunan singkong (ubi kayu), karena payback period investasi kebun singkong  mungkin hanya dua tahun. Namun dilihat dari sisi sisi lain, investasi perkebunan kelapa sawit jauh lebih menguntungkan dibanding singkong.

Benefit/Cost Ratio (B/C Ratio)

B/C Ratio mengukur mana yang lebih besar, biaya yang dikeluarkan dibanding hasil (output) yang diperoleh. Biaya yang dikeluarkan dinotasikan sebagai C (cost). Output yang dihasilkan dinotasikan sebagai B (benefit). Jika nilai B/C sama dengan 1, maka B = C, output yang dihasilkan sama dengan biaya yang dikeluarkan. Bila nilai B/C < 1 maka B < C yang artinya output yang dihasilkan lebih kecil daripada biaya yang dikeluarkan. Begitu juga sebaliknya. Keputusan menerima atau menolak proposal investasi dapat dilakukan dengan melihat nilai B/C. Umumnya, proposal investasi baru diterima jika B/C > 1, sebab berarti output yang dihasilkan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

Net Prensent Value (NPV)

Dua kriteria utama pertama dapat dihitung berdasarkan nominal (non disconuted method). Sayangnya, perhitungan dengan menggunakan nilai nominal dapat menyesatkan, sebab tidak memperhitungkan nilai waktu uang . Bisa saja sebuah proposal proyek, berdasarkan nilai nominal menghasilkan B/C >1, padahal nilai nilai sekarang di diskonto (discounted method) seperti dijelaskan sebelumnya. Keuntungan lain dengan menggunakan metode diskonto adalah kita dapat langsung menghitung selisih nilai sekarang dari biaya total dengan penerimaan total bersih. Selisih inilah yang disebut net present value. Suatu proposal investasi akan diterima jika NPV > 0, sebab nilai sekarang dari penerimaan total lebih besar daripada nilai sekarang dari biaya total.

Internal Rate of Return (IRR)

Internal rate of return (IRR) adalah tingkat pengembalian investasi, dihitung pada saat NPV sama dengan nol. Jika pada saat NPV = 0, nilai IRR = 12%, maka tingkat pengembalian investasi adalah 12%. Keputusan menerima atau menolak investasi yang digunakan (r). jika r yang diinginkan adalah 15%, sementara IRR hanya 12%, proposal investasi ditolak. Begitu juga sebaliknya.
Contoh Perhitungan NPV
PT Maju Mundur sedang mempertimbangkan 2 investasi yang akan diambil, dengan dasar mutually exclusive dan resiko kedua investasi tersebut sama. Cost of capital atau biaya modal untuk kedua investasi tersebut adalah 14%. Berikut Cash Flow yang berkaitan dengan kedua Investasi tersebut:
Investasi A
Investasi B
Initial Investment
$ 28.500
$ 27.000
Year
Cash Inflow
1
$ 10.000
$ 11.000
2
$ 10.000
$ 10.000
3
$ 10.000
$ 9.000
4
$ 10.000
$ 8.000

Dari 2 Investasi tersebut hitunglah investasi mana yang lebih menguntungkan menggunakan metode NPV!

Penyelesaian:
NPV = (Rt x PVIFA(i)(t)) – C0

NPVA = $ 10.000 (PVIFA 14%, 4) - $ 28.500
NPVA = $ 10.000 (2,9137) - $ 28.500
NPVA = $ 29.137 - $ 28.500
NPVA = $ 637

NPVB
Tahun
CIF
PVIF 14%, n
PVCIF
1
$ 11.000
0,8772
$ 9.649
2
$ 10.000
0,769
$ 7.690
3
$ 9.000
0,675
$ 6.075
4
$ 8.000
0,592
$ 4.736
Total PVCIF
$ 28.150
COF
($ 27.000)
NPV
$ 1.150

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa Investasi B lebih menguntungkan daripada Investasi A karena NPVB > NPVA, Maka Investasi yang akan diambil PT Maju Mundur adalah Investasi B.

Supaya lebih jelas kalian bisa melihat cara perhitungan investasi menggunakan metode NPV dalam video berikut ini :

https://youtu.be/RG6yfJc7cu4

Nahhh Sekian pembahasan kita pada kesempatan kali ini, jadi kita telah mempelajari apa itu analisa kelayakan bisnis/investasi, lalu apa manfaatnya bagi seseorang yang ingin menjadi wirausahawan, serta penjelasan tentang kriteria kriteria investasi beserta contoh salah satu perhitungannya. Semoga artikel kali ini dapat membantu kalian yaa guys. Terima Kasih :).



Rabu, 06 Mei 2020

MANAJEMEN KEUANGAN

Pengertian, Fungsi dan Strategi Manajemen Keuangan - KajianPustaka.com



Heii guys !! Apa kabar kalian semua ? Semoga sehat selalu yaa. pada kesempatan kali ini mimin mau ngebahas hal yang gak kalah pentingnya nihh bagi kalian yang mau jadi seorang wirausahawan. Tahukah kalian bahwa salah satu rahasia kesuksesan bisnis adalah pandai memanage keuangan dengan baik dan benar? Lalu apa jadinya jika seorang wirausahawan tidak bisa memanage keuangannya sendiri ? wahhh pasti akan berdampak buruk yaa. Maka dari itu dala artikel ini mimin bakalan ngebahas tentang Manajemen Keuangan, just keep on reading ya guys.

MANAJEMEN KEUANGAN
Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.
Unsur manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu perusahaan tersebut.
Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.
Manajemen Keuangan adalah segala kegiatan atau aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana cara memperoleh pendanaan modal kerja, menggunakan atau mengalokasikan dana, dan mengelola aset yang dimiliki untuk mencapai tujuan utama perusahaan.
Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.
ANALISIS SUMBER DANA
8 Teori Manajemen Keuangan [Lengkap]Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan asal perolehan dana tersebut. Suatu laporan yang menggambarkan asal sumber dana dan penggunaan dana. Alat analisis yang bisa digunakan untuk mengetahui kondisi dan prestasi keuangan perusahaan adalah analisis rasio dan proporsional.
Langkah pertama dalam analisis sumber dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Laporan tersebut menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen tersebut yang mencerminkan adanya sumber atau penggunaan dana.
Pada umumnya rasio keuangan yang dihitung bisa dikelompokkan menjadi enam jenis yaitu:
1. Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya.
2. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
3. Rasio Aktivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya. Semua rasio aktifitas melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis harta.
4. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
5. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya pertumbuhan ekonomi dan industri.
6. Rasio Penilaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencemirkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

ANALISIS PENGGUNAAN DANA
Seorang wirausaha atau Direktur/Manajer keuangan harus dapat mengawasi dan menentukan pengalokasian dana untuk berbagai kemungkinan penggunaan.
Penggunaan sumber dana harus sesuai dengan rencana serta sasaran pokok usaha sehingga dapat memaksimalkan keuntungan bagi pemilik modal dan kontinuitas pengembalian pinjaman.

Rencana dana harus ditetapkan terlebih dahulu dan ini merupakan bagian dari rencana usaha atau kelayakan usaha, dimana pengalokasian dana harus mengikuti prinsip pengelolaan keuangan yang telah ditetapkan dalam rencana tersebut.
Rencana penggunaan dana jangka pendek berupa; kas, surat berharga, piutang, dan persediaan termasuk dalam investasi aktiva lancar dan rencana penggunaan dana jangka panjang berupa; Tanah, gedung, pabrik dan peralatan termasuk dalam investasi aktiva tetap

ARUS KAS (CASHFLOW)
Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.

Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu:
1.      Cash Inflow 
PENGERTIAN CASH FLOW - Zahir Accounting BlogCash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas mauk terdiri dari:
·         Hasil penjualan produk atau jasa perusahaan.
·         Penagihan piutang dari penjualan kredit.
·         Penjualan aktiva tetap yang ada.
·     Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
·         Pinjaman atau hutang dari pihak lain.
·         Penerimaan sewa dan pendapatan lain.
2. Cash Outflow
Cash outflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (Cash outflow) terdiri dari:
·         Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
·         Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
·         Pembelian aktiva tetap.
·         Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
·         Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
·         Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
1.      Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi menimbulkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.
2. Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.
Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraca. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada laporan arus kas.
3. Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.


Nah dari pembahasan diatas gimana nih readers sudah siap jadi seorang wirausahawan yang baik ?? tentu saja jika kalian ingin menjadi wirausahawan yang baik kalian harus bisa mengelola keuangan perusahaan kalian agar tidak bunting yaa. Jadi jika kalian telah membaca dari atas sampai bawah artinya kalian telah mempelajari aspek aspek penting dalam mengelola keuangan perusahaan atau usaha kalian nihh readers. Mulai dari apasih itu manajemen keuangan, lalu sumber dana, penggunaan dana, sampai cash flow. Oke readers sekian pembahasan kita minggu ini. Sampai jumpa di blog selanjutnya yaaa. See you !!