Kamis, 16 April 2020

The Business Model Canvas

Business Model Canvas : Pengertian dan Elemen-elemen yang Wajib Ada
Hallo readers ! Kalian mau start up business? Atau mau mengembangkan bisnis yang sedang running saat ini? Semua bisnis harus memiliki bisnis model. Jika tidak jelas bisnis modelnya maka hal ini akan menyulitkan di masa depan. Orang sering mengatakan berbisnis sambil mencari bentuk dan menemukan bentuk. Secara ideal sebenarnya sebelum mulai berbisnis kita harus menentukan dulu bentuknya seperti apa. Nahh maka dari itu mimin akan mengajak kalian semua para calon wirausahawan muda untuk mengenal lebih dalam apa sih itu Business Model Canvas atau yang biasa disebut BMC. Sebelum membahas lebih jauh mengenai konsep ini, kita perlu memahami apa yang dimaksud Business Model.

Menurut Alexander Osterwalder, Business Model adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses dan sistem. Semua pelaku bisnis harus memiliki pemahaman yang sama terhadap Business Model sehingga diperlukan sebuah konsep yang dapat memberikan satu gambaran standar. Perlu digaris bawahi ya readers Business Model  juga merupakan salah satu inti utama dari perusahaan karena sebuah perusahaan harus memiliki cara untuk mendapatkan profit yang digunakan untuk bertahan hidup dan juga dapat digunakan untuk investasi jangka panjang.

Business Model Canvas

Business Model Canvas adalah sebuah strategi dalam manajemen yang berupa visual chart yang terdiri dari 9 elemen untuk membantu perencanaan bisnis sebelum dibentuk. Business Model Canvas (BMC) ialah suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Model ini digunakan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal. Jika dilihat sepintas, sebenarnya alur model dari business model canvas ini sangat sederhana dan mudah kamu buat lho. Karena, secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen bisnis menuju elemen penting berikutnya.
Pasti pertanyaan selanjutnya yang kamu ingin tahu yaitu apa saja kesembilan elemen ini dan bagaimana cara membuat sebuah business model canvas yang baik, kan? Tenang, karena kita akan bahas semuanya disini!

The 9 Building Blocks beserta Contohnya

Ini dia kesembilan elemen yang terdapat dalam business model canvas yang wajib kamu ketahui dan pahami saat melakukan perencanaan bisnis, beserta dengan contohnya disini mimin mengambil contoh perusahaan Starbucks :

1.      Customer Segments
Langkah pertama dari pemetaan Business Model Canvas adalah mengisi kolom customerManager perlu mengidentifikasi kelompok pasar yang menjadi customer perusahaan dan ciri-ciri konsumennya. Contohnya, kelompok customer Starbucks adalah kelompok masyarakat penikmat beverage kelas menengah atas, penikmat kopi, anak muda, pekerja kantor, dan masyarakat perkotaan.

2.      Value Proposition
Kedua, perusahaan perlu mencatat value apa yang ingin disampaikan ke masyarakat. Value tidak selamanya harus berupa keunggulan produk, namun bisa juga diciptakan melalui experience, kekuatan brand, sejarah, dan lain-lain. Dalam kasus Starbucks, value proposition Starbucks sudah bukan sekedar kopi yang nikmat, melainkan experience berupa kesenangan, kenikmatan, kenyamanan, dan kemudahan di Starbucks. Value proposition Starbucks patut dicontoh karena Starbucks mampu memberikan value yang tidak dapat disamai oleh kompetitornya. Apabila Starbucks hanya fokus pada kopi, suatu saat kompetitor akan menemukan produk yang sama baiknya bahkan lebih baik. Karena itu manajemen perlu mengidentifikasi value yang menjadi kekuatan perusahaan yang tidak bisa ditiru perusahaan lain.

3.      Channel
Channel adalah bagian pemetaan dimana value diantarkan kepada kelompok pelanggan. Dalam bagian ini, perusahaan mendaftarkan bentuk-bentuk medium apa saja yang dimiliki perusahaan. Dalam kasus Starbucks, proses pengantarkan value dilakukan di physical store Starbucks yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain physical store, Starbucks juga memiliki website, media sosial, dan program kolaborasi dengan Go-Jek, sehingga pelanggan Starbucks tidak hanya dapat memesan di offline store, melainkan juga melalui online store.

4.      Customer Relationships
Langkah keempat adalah mengidentifikasi usaha-usaha apa yang dilakukan perusahaan untuk berkomunikasi dan menjaga hubungan dengan pelanggannya. Starbucks melakukan engagement dengan pelanggannya dengan menggunakan membership card dan promosi official line@. Melalui membership card, Starbucks memberikan promo-promo khusus yang personal kepada membernya berupa akses khusus sebelum peluncuran produk tumbler secara publik, program ulang tahun, point rewards, dan lain-lain. Sementara melalui official line@, Starbucks menerima komplain, kritik, saran, dan menyebarkan broadcast message berupa kode promo dan iklan produk terbaru mereka. Dengan menggunakan media sosial, Starbucks juga terus mengangkat tema-tema baru setiap bulannya, sehingga masyarakat selalu ingatkan dengan keberadaan Starbucks yang aktif di media sosial.

5.      Revenue Stream
Bagian revenue stream adalah bagian dimana manajemen mencatat darimana saja sumber pemasukan perusahaan. Untuk kasus Starbucks, penjualan tidak hanya terbatas pada produk kopi saja, melainkan juga produk bakery, bubuk kopi, tumbler, dan aktivasi membership card. Intinya, pada bagian revenue stream, sumber-sumber pemasukan perusahaan dicatat seluruhnya.

6.      Key Activities
Dalam bagian key activities, yang dicatat adalah kegiatan utama operasional perusahaan. Misalnya untuk Starbucks, penggilingan kopi, pembuatan kopi, kegiatan R&D, hingga kegiatan promosi per harinya. Bagian ini membantu manajemen untuk mengidentifikasi proses yang penting dan menyisihkannya dari proses yang dirasa kurang penting dan bisa lebih diefektifkan.

7.      Key Partners
Key Partners adalah bagian dalam pemetaan dimana perusahaan mendaftar siapa saja stakeholder yang berkaitan langsung dengan operasi perusahaan. Contohnya, supplierdesigner, agensi marketing, konsultan, dan lain-lain. Starbucks tentu tidak mampu menghandle seluruh key activitiesnya sendirian, karena itu Starbucks menggandeng supplier, agensi, dan mitra yang mampu memberikan benefit bagi Starbucks untuk dapat menjalankan operasionalnya dengan lebih baik.

8.      Key Resources
Dalam bagian ini, perusahaan mencatat sumber daya apa saja yang diperlukan oleh perusahaan untuk dapat menjalankan operasi key activities. Perlu dicatat bahwa pada bagian ini, sumber daya yang dimaksud adalah sumber daya yang menjadi milik perusahaan dan bukan milik mitra perusahaan. Dalam pencatatan key resources manajemen perlu mengidentifikasi bukan saja kekayaan perusahaan secara fisik, namun juga secara abstrak seperti hak kekayaan intelektual, brand equity, dan lain-lain. Contohnya untuk Starbucks, key resourcesnya adalah tenaga kerja SDMnya, hak intelektual berupa resep menu dan brand, kemampuan modal finansial, store yang tersebar di banyak tempat, dan sebagainya.

9.      Cost Structure
Pada bagian cost structure, perusahaan mencatat sumber pengeluaran utama perusahaan. Untuk Starbucks, misalnya, cost structurenya adalah harga pokok penjualan kopi, dana untuk promosi pemasaran, budget untuk event Starbucks, dan lain-lain.

Metode pemetaan bisnis dengan Business Model Canvas memang sederhana, namun dapat merangkum seluruh elemen utama yang ada dalam perusahaan. Selain itu, fungsi pemetaan BMC juga dapat dijadikan landasan evaluasi dan formulasi strategi jangka pendek dan panjang. Pemetaan BMC sangat mudah dan sangat dianjurkan untuk diterapkan pada semua perusahaan karena sifatnya yang simpel, sehingga dapat diaplikasikan pada perusahaan besar maupun kecil. Dengan menggunakan business model canvas ini semua proses dan perencanaan bisnis kamu bisa lebih teratur dan bisa dijalankan dengan baik. Bagaimana? apakah kamu siap untuk membuka bisnismu dengan perencanaan matang menggunakan business model canvas ini?

Jumat, 10 April 2020

Produk dan Pentingnya Penentuan Harga Jual

                                     Tips Menentukan Produk Saat Memulai Usaha | KASKUS



Heii guys !! Apa kabar kalian semua ? Semoga sehat selalu yaa dan terhindar dari wabah Virus Covid-19 ini. Ada baiknya jika kita bantu pemerintah untuk memutus rantai virus ini dan lindungi orang - orang tersayang dengan cara WFH. Back to topic, pada kesempatan kali ini mimin mau ngebahas hal yang gak kalah pentingnya nihh bagi kalian yang mau jadi seorang wirausahawan. Tahukah kalian bahwa salah satu rahasia kesuksesan bisnis adalah menentukan produk yang tepat dan harga jual produk dengan benar? Lalu apa jadinya jika seorang wirausahawan salah dalam menentukan produk dan harga jual ? 

Kecintaan pada sebuah “ide” membuat kita lupa apakah orang lain akan tertarik, membutuhkan, dan mau membeli suatu produk dari kita atau tidak. Sehingga tidak ada yang berminat dan akhirnya lambat-laun gulung tikar. Itulah yang paling sering terjadi kepada wirausahawan baru. Sebelum mulai berbisnis, kita wajib tahu apakah sesuatu yang kita tawarkan itu bernilai bagi orang lain sehingga mereka mau menukarnya dengan uang. Hal - hal yang harus diperhaikan adalah 

  • Kepada siapa kita akan melakukan penjualan? (Target pasar)
  • Apa yang bisa kita lakukan untuk menarik perhatian mereka? (Pemasaran)
  • Apa yang bisa kita jual kepada mereka? (Produk)
  • Berapa harga yang pas untuk Produk kita ? (Price)
Agar pilihanmu tidak meleset, kamu perlu memperhatikan lingkungan sekitarmu. Apa masalah yang sedang dihadapi? Kira-kira solusi apa yang bisa kamu hadirkan dan jadikan peluang? Memulai bisnis dari nol, kamu bisa melihat respon pasar dengan menjual ke orang-orang terdekat. Selain mendapatkan respon, pendapat, dan masukan, menjual ke orang terdekat juga lebih mudah tanpa harus menghabiskan dana dan tenaga lebih. Namun, perlu diingat pula bahwa menjual ke orang terdekat harus kamu lakukan tanpa paksaan agar hubungan personalmu dengan orang tersebut tidak terganggu.

Menjadi satu-satunya penjual dengan suatu produk yang tidak dijual dimanapun memang mustahil. Apapun produk yang kamu jual, meskipun dasarnya sama dengan yang lain, kamu tetap harus bisa menemukan keunikan dan perbedaan yang dimiliki. Entah itu terdapat dari posisi brandingmu, kemasan unik yang memudahkan konsumen, atau komitmenmu dalam mengikuti gerakan sosial seperti beramal yang dihitung tiap produk yang terjual. 

Strategi Penetapan Harga : Cara Menentukan Harga JualMenentukan harga jual produk dengan tepat dapat meningkatkan jumlah penjualan produk kita, menciptakan fondasi sebagai dasar bisnis kita akan berhasil. Strategi menentukan harga jual produk yang salah akan membuat masalah yang mungkin tidak dapat diatasi oleh bisnis kita kedepannya. Berikut Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan harga jual suatu produk :

1. Kenali Pelanggan

Melakukan semacam riset pasar sangat penting untuk mengenal pelanggan. Jenis penelitian ini dapat berupa survei informal dari basis pelanggan yang ada. Kita dapat  mengirimkan email survei bersama dengan promosi produk. Nantinya Kita akan mendapatkan data konsumen dalam beberapa kelompok yang berbeda. Kemudian cari tahu segmen mana yang kita targetkan dan menentukan harga jual produk yang sesuai.

2. Ketahui Biaya (Cost) 

Prinsip dasar menentukan harga jual adalah harus menutupi cost dan kemudian menghitung laba. Itu berarti kita harus tahu berapa banyak biaya produksi kita. Kita juga harus memahami berapa banyak produk yang harus kia jual untuk menghasilkan keuntungan.

3. Ketahui Target Pendapatan 

Kita juga harus memiliki target pendapatan untuk besaran laba yang kita inginkan dari bisnis kita. Dalam penentuan target ada banyak faktor yang perlu kita perhatikan, misalnya adalah, faktor cost produksi, pemasaran, dan besar penjualan produk kita.

4. Ketahui Kompetitor

Mengetahui kompetitor berarti kita bisa mengetahui persaingan. Hal ini juga dilakukan oleh pelanggan kita. Apakah produk yang ditawarkan kompetitor sebanding dengan milik kita? Jika demikian, kita dapat menggunakan harga jual yang mereka tawarkan sebagai parameter awal.  Lihat juga apakah ada nilai tambah dalam produk kita. Jika iya, kita mungkin bisa menggunakan harga yang lebih tinggi dari kompetitor dalam mentukan harga jual.

5. Ketahui Pangsa Pasar yang Dituju

Jelas kita tidak bisa menjadi peramal, tetapi kita dapat melacak faktor-faktor eksternal yang akan memengaruhi permintaan pada produk kita di masa depan. Faktor-faktor ini dapat berkisar dari sesuatu yang sederhana seperti pola cuaca jangka panjang hingga undang-undang yang dibuat pemerintah yang dapat memengaruhi penjualan produk kita di masa mendatang. Juga memperhitungkan pesaing kita dan tindakan mereka. 
Nahh dari penjelasan diatas, mulailah dari sekarang bisnis kecil-kecilan, siapa tau kelak akan menjadi besar. Ingalah selalu bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil janjinyaa. Dan bagi kalian yang sudah mempunyai bisnis sekarang, mimin mau ingetin nihh kamu harus terus berkreasi dan berinovasi agar tidak tertinggal. Jangan hanya puas dengan kondisi bisnismu yang sekarang, apalagi jika jualan produkmu berdasarkan tren dan musim. Coba berkreasi dan jadikan produk jualanmu stabil dan terus dicari orang. 
Gimana? Siap untuk memulai bisnis ?